Wirausaha Kerajinan Dengan Inspirasi Objek Budaya Lokal

Usaha Kerajinan dengan Inspirasi Objek Budaya Lokal

Budaya tradisional atau lokal dapat digolongkan menjadi dua kelompok budaya yaitu budaya nonbenda dan artefak/objek budaya. Budaya nonbenda misalnya puisi, pantun, cerita rakyat, tarian, dan upacara adat sedangkan Artefak/objek budaya misalnya pakaian daerah, wadah tradisinal, senjata, dan rumah adat. Produk budaya tradisional nonbenda dan artefak dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat dipisahkan melainkan menjadi satu kesatuan yang tentunya saling melengkapi.

Sebuah karya tari bisa saja merupakan ritual upacara, menggunakan pakaian tradisional dan diiringi oleh musik  yang dimainkan oleh pemain alat musik tradisional. Tarian, simbol, pakaian, musik dan alat musik tersebut dapat menjadi sumber inspirasi dari pembuatan kerajinan. Upacara, tarian, simbol dan musik merupakan  produk budaya nonbenda, sedangkan pakaian, perlengkapan upacara dan alat-alat musik merupakan artifak/objek bendanya.

Budaya nonbenda dan objek budaya atau artifak ini dapat menjadi sumber insprasi untuk kemudian dikembangkan menjadi produk kerajinan seperti pada gambar dibawah ini :

Wirausaha Kerajinan Dengan Inspirasi Objek Budaya Lokal
Wirausaha Kerajinan Dengan Inspirasi Objek Budaya Lokal

A. Perencanaan Usaha Kerajinan dengan Inspirasi Objek Budaya Lokal

Aktifitas wirausaha haruslah didukung dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM), material, peralatan, cara kerja, pasar, dan pendanaan. Sumber daya yang dikelola dalam sebuah wirausaha dikenal dengan sebutan 6M, yaiitu Man (manusia), Money (uang), Material (bahan), Machine (mesin/peralatan), Method (cara kerja), dan Market ((pasar).

Wirausaha kerajinan dengan inspirasi objek budaya lokal bisa kita awali dengan melihat bahan baku, keterampilan produksi, serta budaya lokal yang ada pada daerah setempat. Wirausaha kerajinan dengan inspirasi objek budaya lokal akan menawarkan karya yang inovatif kepada pasar. Pasar sasaran dari produk kerajinan ini yaitu orang-orang yang menghargai dan cinta akan budaya tradisional. Kemampuan mengatur keuangan dalam kegiatan usaha akan menjamin keberlangsungan dan pengembangan usaha.

Perancangan kerajinan juga harus mempertimbangkan akan ketersediaan bahan baki atau material serta keterampilan produksi  yang terdapat di daerah sekitar. Untuk itu dapat dilakukan pencarian informasi mengenai ragam jenis  material khas daerah yang dapat dimanfaatkan untuk membuat kerajinan serta perajin yang membuat kerajinan di daerah setempat.

B. Perancangan Kerajinan Inspirasi Objek Budaya Lokal.

Perancangan dan produksi kerajinan didasari oleh identifikasi ragam material dan teknik produksi di lingkungan sekitar. Objek budaya lokal dan meterial serta teknik khas daerah merupakan potensi yang harus dikembangkan sehingga lestari dan menjadi manfaat bagi daerah. Indonesia memiliki objek budaya lokal yang beragam dan berbeda-beda yang dapat dikembangkan menjadi kekayaan bersama yang luar biasa, yang akan memberikan warna bagi kemajuan bangsa dimasa depan.

Salah satu kekayaan pengembangan objek budaya lokal adalah melalui pengembangan kerajinan. Proses perancangan diawali dengan pemilihan sumber inspirasi dan pencarian ide dari produk kerajian yang akan dibuat, sketsa ide, pembuatan studi model kerajinan, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan petunjuk produksi. Ide kerajinan dengan insprasi objek budaya lokal akan dikembangkan menjadi produk kerajinan yang akan diprduksi dan siap jual. Dengan demikian, produk yang dihasilkan harus memiliki nilai estetik dan inovasi agar diminati pasar.

Objek tersebut dapat berupa objek 2 dimensi seperti relief atau motif dan objek 3 dimensi seperti bangunan, alat musik atau senjata. Objek budaya seperti pakaian tradisional serta perhiasan dikenakan oleh manusia. Kerajinan dari inspirasi objek budaya dapat berupa miniatur objek budaya, benda hiasan, atau produk kerajinan dengan fungsi yang baru.

Berikut salah satu contohnya :

Wirausaha Kerajinan Dengan Inspirasi Objek Budaya Lokal
Wirausaha Kerajinan Dengan Inspirasi Objek Budaya Lokal

a. Pencarian ide produk kerajinan inspirasi objek budaya lokal.


Objek budaya lokal seperti pakaian tradisional, senjata tradisional, rumah adat tradisional, alat musik tradisional dan lainnya dapat menjadi sumber yang mendorong munculnya ide untuk pembuatan produk kerajinan. Ide tersebut bisa muncul secara tidak berurutan, dan juga tidak lengkap namun dapat pula muncul secara utuh.

 Salah satu dari ide tersebut bisa mencakup bentuk yang unik yang dapat dibuat dan dari ide bentuk tersebut akan menjadi penuntuk tentang teknik apa yang tepat yang akan digunakan dan produk apa yang tepat untuk dibentuk tersebut. Selain itu, ide lain juga bisa didapatkan melalui produk yang ingin dibuatnya, material, proses dan alat yang akan digunakan secara utuh. Untuk memudahkan pencarian ide -ide tersebut dapat kita mulai dengan memahami hal-hal berikut ini :

  • Objek budaya lokal apa yang akan menjadi inspirasi?
  • Produk kerajinan apa yang akan dibuat?
  • Siapa pengguna produk kerajinan tersebut? 
  • Bahan material apa yang akan dipakai?
  • Warna/motif apa yang hendak digunakan?
  • Adakah teknik warna tertentu yang akan digunakan?
  • Bagaimana proses proses pembuatannya? dan
  • Apakah alat yang dibutuhkan?

Pertanyaan tersebut dapat digunakan serta di diskusikan dalam kelompok dalam bentuk curah pendapat (brainstorming). Pada proses ini setiap kelompok atau individu bebas untuk menghasilkan ide-ide yang beragam dan sebanyak mungkin termasuk juga untuk ide-ide yang tidak masuk akal sekalipun yang kemudian dituangkan kedalam bentuk tulisan atau sketsa.

Kunci kesuksesan dari proses (brainstorming) ini adalah jangan ada perasaan takut salah dan setiap orang berhak mengeluarkan pendapat, saling menghargai pendapat dan bisa mengeluarkan ide yang bersal dari pengembangan ide sebelumnya, dan juga mencatat ide-ide yang telah muncul.

b. Membuat gambar/sketsa kerajinan inspirasi objek budaya lokal.

Ide-ide produk, rancangan atau rencana dari produk kerajinan tersebut digambarkan dalam bentuk sketsa agar ide yang abstrak menjadi berwujud. Ide rancangan dapat digambarkan pada sebuah buku atau lembar kertas, dengan menggunakan pensil, spidol atau balpoin dan sebaiknya hindari penggunaan penghapus.

Jika terdapat garis yang dirasakan kurang tepat, abaikan saja dan buatlah garis lain pada bidang kertas yang sama. Demikian seterusnya hingga anda berani menrik garis hingga tebal dan tegas. Gambar ide-ide anda sebanyak mungkin yang dapat berupa variasi produk, satu produk yang memiliki fungsi yang sama, tetapi dengan bentuk yang berbeda, produk dengan bentuk yang sama dengan warna dan motif yang berbeda.

c. Pilih ide terbaik dari berbagai ide kerajinan inspirasi objek budaya lokal yang muncul.

Setelah anda menghasilkan banyak ide-ide dan menggambarkannya kedalam bentuk sketsa, mulailah mempertimbangkan ide mana dari semua ide-ide yang ada tersebut yang paling menyenangka, unik, inovatif, dan memungkinkan untuk dibuat.

d. Prototyping (studi model kerajinan inspirasi objek budaya lokal)

Sketsa dari ide yang telah dibuat pada tahapan sebelumnya adalah masih dalam bentuk 2 dimensi yang artinya hanya sebatas gambar pada bidang datar. Kerajinan yang hendak dibuat dari ide tersebut berupa bentuk tiga dimensi maka dari itu pada proses selanjudnya dilakukan dalam format tiga dimensi melalui studi model yang dapat dilakukan dengan material sebenarnya maupun bukan material yang sebenarnya.

C. Produksi Kerajinan Inspirasi Objek Budaya Lokal.

Tahapan selanjudnya yaitu melakukan perencanaan untuk proses produksi atau proses pembuatan kerajinan tersebut. Langkah kerja dituliskan dengan detail dan jelas agar pelaksanaan produksi dapat dilakukan dengan mudah dan terencana.

Proses produksi kerajinan dengan inspirasi budaya lokal berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.
  • Bahan baku;
  • Teknik produksi; dan
  • Sumber daya manusia.

Tahapan Produksi pada umumnya terbagi atas, 
  • Pembahanan,
  • Pembentukan,
  • Perakitan, dan
  • Finishing.

a. Pembahanan adalah mempersiapkan bahan atau material agar siap untuk dibentuk.

b. Pembentukan, Pada proses ini, pembentukan bahan baku bergantung pada material, bantuk dasar material, dan bentuk produk yang akan dibuat.

c. Perakitan dilakukan sesuai dengan materialnya misalnya material kertas dibentuk dengan cara dilipat. Kayu, bambu dan rotan dapat dibentuk dengan cara dipotong atau dipahat. Pemotongan dan pemahatan juga biasanya digunakan untuk membuat sambungan bahan, seperti menyambung bilah - bilah papan atau dua batang bambu. Pembentukan bsi dan rotan, selain dari pemotongan, dapat digunakan teknik pembengkokan. Untuk besi dapat digunakan dengan teknik pengelasan dan logam lempengan dapat dibentuk dengan cara pengetokan. 

d. Finishing dapat dilakukan dengan proses penghalusan atau pelapisan permukaan. Penghalusan yang dilakukan diantaranya penghalusan permukaan kayu dengan menggunakan amplas dan dapat juga proses finishing menggunaan proses pewarnaan agar produk yang di buat bisa lebih awet dan menarik.

Akhir dari segala proses pembuatan kerajinan yaitu dengan melakukan evaluasi produk kerajinan yang telah dibuat. Apakah produk tersebut dapat berfungsi dengan baik? Apakah sudah sesuai dengan ide, bayangan dan harapan? dan jika belum, perbaikan apa yang harus dilakukan agar produk kerajinan yang dihasilkan lebih berkualitas lagi.

Demikian penjelasan singakat tersebut diatas, semoga bermanfaat.
Sumber : Kemendikbud-RI.

Belum ada Komentar untuk "Wirausaha Kerajinan Dengan Inspirasi Objek Budaya Lokal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel