Rangkuman Materi Prakarya Kelas 7 Semester 1 Terbaru - ilmucerdasku
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rangkuman Materi Prakarya Kelas 7 Semester 1 Terbaru

Salam sahabat ilmucerdasku dimanapun berada. Pada materi kali ini kita akan membahas tentang materi prakarya kelas 7 dalam bentuk rangkuman materi dengan tujuan untuk memudahkan para peserta didik dalam menemukan setiap jawaban akan pertanyaan yang terdapat didalam pembelajaranmu.

Namun sebelum masuk ke materi prakarya ini, sekedar kami mengingatkan agar adik - adik semua membiasakan diri membaca hingga tuntas agar tidak salah dan gagal dalam memahami setiap uraian yang disajikan dan berikut uraiannya.

Rangkuman Materi Prakarya Kelas 7 Semester 1 Terbaru
Rangkuman Materi Prakarya Kelas 7 Semester 1 Terbaru

A. Materi Prakarya Bab 1, Kerajinan Serat.

Serat atau kerajinan bahan serat adalah jenis bahan yang terbentuk dari komponen atau potongan - potongan komponen yang berbentuk jaringan memanjang yang utuh.

Dalam KBBI dijelaskan bahwa serat adalah material bahan yang perbandingan panjang dan lebarnya sangat besar dan molekul penyusunnya terorientasi terutama ke arah panjangnya.

Bahan serat alam dikenal manusia sejak ribuan tahun sebelum masehi yang dibuktikan dengan sejarah yang mencatat bahwa bahan serat alam sudah digunakan sejak 2650 SM (sebelum masehi) dimana negara yang pertama kali mengolah bahan serat alam ini adalah negara Cina.

Selain serat sutera juga ada serat kapas. Serat alam dikelompokkan menjadi 2 yaitu serat tumbuhan dan juga serat dari hewan.

Serat dari tumbuhan diperoleh dari bagian biji, batang, daun, dan juga buah sedangkan serat pada hewan diperoleh dari kulit dan bulu hewan.

Bahan serat alam memiliki karakteristik yang terdiri dari kehalusan, kekuatan, keawetan, daya serap, elastisitas dan setiap bahan serat baik dari bahan serat tumbuhan dan juga hewan memiliki sifat atau karakter yang berda - beda.

Terdapat beberapa bahan serat yang sering di jadikan bahan baku produksi tekstil yang diantaranya adalah:

- Serat Stape, seperti wol yang diambil dari bulu domba, alpaca, unta, cashmer, mohair, kelinci dan vicuna.

- Serat Filamen, yaitu serat yang berbentuk jaringan yang diambil dari larva ulat sutra yang kemudian di olah melalui proses pemintalan hingga menjadi menjadi benang

B. Materi Prakarya Bab 2, Kerajinan Tekstil.

Tekstil merupakan bahan material fleksibel yang terbuat dari tenunan benang dimana tekstil sendiri dibuat melalui proses penyulaman, dijahit, diikat dan di pressing.

Istilah tekstill dalam penggunaanya sehari-hari sering dikaitkan atau disamakan dengan istilah kain tekstil, namun terdapat sedikit perbedaan antara dua istilah tersebut dimana tekstil bisa digunakan untuk menyebutkan bahan apapun yang terbuat dari tenunan benang sedangkan kain merupakan hasil jadi atau hasil akhir dari bahan tekstil yang sudah bisa digunakan. Sumber (id.wikipedia.org)

Tekstil juga dapat diartikan sebagai jalinan antara lungsin dan pakan atau bisa disebut sebagai sebuah anyaman yang mengikat satu sama lain, tenunan dan rajutan.

Tekstil berdasarkan jenisnya terdiri dari 4 jenis diantaranya adalah:

- Berdasarkan jenis produk dan bentuknya, seperti serat staple, filamen dan benang kain produk jadi.

- Berdasarkan bahannya, seperti serat alam, serat sintetis dan serat campuran.

- Berdasarkan jenis warna atau motifnya: seperti putih polos, bermotif/bergambar, berwarna, dan

- Berdasarkan konstruksinya, seperti, ditenun, dirajut, renda, kempa, benang tunggal dan benang gintir.

Kerajinan tekstil adalah produk kerajinan yang memanfaatkan bahan baku tekstil yang tersedia dan dikerjakan menggunakan cara manual, yang dihasilkan melalui keterampilan tangan menggunakna alat bantu sederhana dalam jumlah yang terbatas.

Teknik pembuatan kerajinan tekstil terdiri dari cara di tenun, disulam, dibatik, jahit aplikasi, dan lainnya.

C. Materi Prakarya Bab 3, Budidaya Tanaman Sayuran.

Sayuran merupakan bahan pangan yang berasal dari tumbuhan dan mempunyai kadar air serta serat yang tinggi dan banyak mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh mahluk hidup.

Berdasarkan bagiannya, sayuran dikelompokkan menjadi bagian yang dimakan seperti daunnya, tangkai daunnya, bijinya, umbi, batang, akar, bunga, dan buahnya.

Adapun sarana dan peralatan budidaya tanaman sayuran meliputih benih, media tanam, pupuk (organik dan anorganik), pestisida (alami dan buatan), dan alat pengolahan lahan serta perawatan.

Tahapan budidaya tanaman sayuran terdiri dari pengolahan tanah, pembibitan, penanaman, perawatan (penyiraman, penyulaman, penyiangan, pembubunan, pemupukan, pengendalian OPT), panen dan pascapanen.

Hidroponik adalah salah satu teknologi budi daya tanaman tanpa menggunakan tanah dengan pemberian hara tanaman yang terkendali.

Vertikultur ialah teknik budi daya tanaman pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat baik didalam ruangan (indoor) atau diluar ruangan (outdoor).

D. Materi Prakarya Bab 4, Pengolahan Bahan Pangan Buah Segar.

Pengolahan pangan ialah pemanfaatkan teknologi yang memiliki peran penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai konsumen.

Peran teknologi pada proses pengolahan pangan dalam bentuk perancangan produk, pengolahan bahan baku, tindak pengawetan, pengemasan, penyimpanan, dan pemasaran serta distribusi produk kepada konsumen.

Kandungan nutrisi yang ada pada buah-buahan adalah air, vitamin dan mineral, serat, antioksidan dan karbohidrat berguna untuk membantu berbagai macam bentuk proses metabolisme dalam tubuh, memebantu pembentukan energi, serta menjaga konsentrasi.

Buah segar adalah bahan pangan yang tidak memerlukan pengolahan namun dapat langsung dikonsumsi.

Berdasarkan sifatnya buah - buahan dikelmpokkan menjadi beberapa bagian yaitu buah berdasarkan musim berbuanya, iklimnya, tempat tumbuh dan berbeuahnya serta proses pematangannya.

Sifat buah - buahan berdasarkan musimnya meliputi buah musiman dan buah sepanjang tahun. 

Sifat buah - buahan berdasarkan iklim tempat tumbuhnya adalah buah tropis dan buah subtropis.

Sifat buah - buahan berdasarkan proses pematangannya yaitu buah klimaterik dan buah nonklimaterik.

Teknik dasar pengolahan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu berdasarkan tenik pengolahan pangan panas basah (moist heat) dan teknik pengolahan pangan panas kering (dry heat cooking).

Tenik pengolahan pangan panas basah (moist heat) menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkan makanannya dengan tidak melebihi suhu didih.

Diantara teknik pengolahan pangan panas basah ini yaitu teknik merebus (boiling), merebus menutup bahan oangan (poaching), teknik merebus dengan sedikit cairan (braising), teknik menyetup/menggulai (strewing), teknik mengukus (streaming), teknik mendidih (simmering) dan mengetim.

Teknik pengolahan pangan panas kering (dry heat cooking) yaitu mengolah bahan pangan tanpa bantuan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. 

Teknik pengolahan pangan panas kering terdiri atas beberapa teknik seperti teknik menggoreng dengan minyak banyak (deep frying), teknik menggoreng dengan minyak sedikit (shallow frying), teknik menumis (sauting), teknik membakar ( baking), teknik memanggang (baking).

Tahapan pembuatan pengolahan pangan, yaitu perencanaan yang meliputi identifikasi kebutuhan dna gagasan atau ide dan pelaksanaan yang meliputi persiapan dna proses pembuatan, penyajian dan pengemasan serta evaluasi.

Fungsi dari kemasan yang utama adalah untuk melindungi produk dari kontaminasi bahan - bahan berbahaya dan mikroba di sekitar lingkungan supaya aman di konsumsi dan memperpanjang waktu simpan pada produk.

Dalam melakukan pengolahan makanan dan minuman patut memperhatikan keselamatan kerja serta sterilisasi atau kebersihan.

E. Materi Prakarya Bab 5. Pengolahan Bahan Pangan Hasil Samping Buah Menjadi Produk Pangan.

- Bahan pangan hasil samping buah adalah bahan samping yang dihasilkan dari proses pengolahan buah, selain buah yang merupakan bahan pangan utama.

- Setiap tanaman buah memiliki hasil samping buah berupa kulit buah, biji buah, daun, dan jantung buah yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

- Hasil samping buah ada yang berupa limbah yang hanya dapat dimanfatkan sebagai pupuk kompos, ada yang berupa bahan  dasar kerajinan dan ada juga yang masih dapat digunakan sebagai bahan pangan.

- Bahan pangan buah hasil samping bisa di olah menjadi bahan pangan, selain bermanfaat bagi kesehatan juga dapat bernilai ekonomis.

- Karakteristik berdasarkan sifat alami dari dinding buah (kulit/hasil samping), yaitu berry, hespiridium, drupa, pome, dan pepo.

- Contoh olahan pangan hasil samping buah adalah jantung pisang yang diolah menjadi sayur lodeh, acar, urap, gulai, tumisan dan abon.

Selain itu ada juga kulit manggis yang bisa diolah menjadi meniman jus, pil ekxtrak dan teh. Kulit buah jeruk juga bisa diolah menjadi manisan, sebagia bahan pendukung masakan dan kalua dari kulit jeruk bali.

Kulit pisang juga bisa diolah menjadi bahan pangan seperti selai kulit pisang, kerupuk kulit pisang, es krim kulit pisang dan tepung dari kulit pisang.

- Teknik dasar pengolahan dibedakan menjadi dua, yaitu teknik pengolahan pangan panas basah (moist heat) dan teknik pengolahan pangan pnas kering (dry heat cooking).

- Tenik pengolahan pangan panas basah (moist heat) menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkan makanannya dengan tidak melebihi suhu didih.

Yang termasuk dalam teknik pengolahan pangan panas basah ini yaitu teknik merebus (boiling), merebus menutup bahan oangan (poaching), teknik merebus dengan sedikit cairan (braising), teknik menyetup/menggulai (strewing), teknik mengukus (streaming), teknik mendidih (simmering) dan mengetim..

- Teknik pengolahan pangan panas kering (dry heat cooking) yaitu mengolah bahan pangan tanpa bantuan bahan dasar cairan untuk mematangkannya.

Yang termasuk dalam teknik pengolahan pangan panas kering terdiri atas beberapa teknik seperti teknik menggoreng dengan minyak banyak (deep frying), teknik menggoreng dengan minyak sedikit (shallow frying), teknik menumis (sauting), teknik membakar ( baking), teknik memanggang (baking).

- Tampilan dari penyajian dan pengemasan akan memberikan karakteristik pada olahan pangan dan memberikan prospek ekonomi yang menguntungkan. Kreatifitas dalam penyajian dan pengemasan harus selalu digali untuk dapat menciptakan wadah penyajian dna kemasan yang inovatif.

Demikianlah apa yang bisa kami rangkum tentang materi prakarya kelas 7 semester 1 terbaru tersebut diatas yang kami rangkum sedemikian rupa untuk memudahkan proses belajar teman - teman sekalian. cukup sekian dari kami dan terimakasih.

Posting Komentar untuk "Rangkuman Materi Prakarya Kelas 7 Semester 1 Terbaru"