Ciri – Ciri dan Unsur - Unsur Seni Teater

Salam Sahabat seni dan pekerja seni dimanapun berada, berikut ini kita akan membahas tentang ciri-ciri mendasar dalam dunia seni peran teater yang mungkin menarik untuk kita bahas bersama dan semoga dapat memberi ilmu yang berguna terutama bagi saya pribadi. Tidak panjang basa0basi mari kita simak ulasan berikut.

Ciri – Ciri dan Unsur - Unsur Seni Teater

A Unsur – Unsur Dasar Seni Terater.

Dalam sebuah pertunjukan Drama, tentunya kita dapat melihat setiap detail adegan-adegan yang diperankan seorang pemeran mulai dari gerak – gerik, orang bicara, dan suara-suara. Seni drama atau teater mengadung beberapa unsur utama, yaitu gerak-gerik atau mimik, unsur bunyi atau suara, serta unsur dialog.

Ciri – Ciri dan Unsur - Unsur Seni Teater

1. Teater sebagai Tempat Mengungkapkan Perasaan.

Setiap orang tentunya memiliki yang namanya perasaan, baik itu perasaan gembira, marah, sedih, sakit, malu maupun kecewa. Perasaan tersebut tidak dapat dilihat dan hanya bisa sirasakan namun dapat diungkapkan melalui mimik, gerak atau suara.

Misalnya orang yang sedang marah maka wajahnhya akan nampak cemberut, gerak gerik atau tingkah lakunya kasar, dan juga suaranya terdengar lantang atau keras. Raut wajahnya, gerak-gerik, dan suara itu dalam dunia peran (teater) dinamakan dengan ungkapan perasaan.

2. Mimik, gerak, dan suara terpadu dalam seni teater.

Teater adalah kesenian yang menggunakan keindahan mimik, gerak, dan suara. Tiga unsur ini tidak dapat dipisahkan. Mimik, gerak dan suara dalam seni teater haruslah terpadu, contohnya orang menangis selain bersuara, mulutnya juga bergerak, mata berair dan tangan meremas-remas.

Berikut beberapa contoh bentuk ungkapan perasaan melalui gerak dan suara secara terpadu :

- Ungkapan perasaan marah,
- Ungkapan perasaan ketakutan,
- Ungkapan perasaan lapar,
- Ungkapan perasaan gelisah.


a.Perasan Marah.

Orang marah, biasanya berwajah tegang, matanya terkadang membengkak, suaranya membentak, misalnya sambil berteriak dia mengucapkan kalimat “keluar” atau “ pergi” dengan ekspresi wajah yang galak dan mata yang melotot.


b. Perasaan Ketakutan.

Orang ketakutan, biasanya gemetaran dengan wajah yang terlihat pucat, mata dan mulutnya terbuka dengan bibir yang bergetar yang bila hal ini diperankan oleh seorang perempuan, bisanya ia berperan sambil memegang bibir atau menggigit ujung jari. Misalnya ketika mengekspresikan kata “celaka”.

c. Perasaan Lapar.

Orang lapar, bisanya memegangi perutnya, wajahnya pucat dan badannya lemas serta bibirnya gemetar dan kering dengan mulut sedikit terbuka, Suaranya parau. Biasanya kalimat yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan ini seperti “ tolong aku lapar” minta nasi bu”.

d. Perasaan Gelisah.

Gelisah berarti tidak tenang. Perasaan geisah ini biasanya ditandai dengan duduk sebentar, berdiri, berjalan, kemudian duduk kembali dan begitu seterusnya. Terkadang pula sesekali melihat kearah tertentu, lalu kemudian menarik nafas dengan wajah yang sedikit tegang dan bersuara datar. Kalimat yang biasanya mengekspresikan perasaan ini, misalnya “ Ke mana ya orang itu”.

B. Mengenal Seni Teater.

Teater adalah kesenian yang bercerita dan dipentaskan. Maka dari itu, seni teater dinamakan juga dengan seni pentas. Pertunjukan teater sebenarnya merupakan suatu kisah atau cerita yang dipentaskan. Gerak - gerik tokoh dalam cerita diperankan oleh pemain teater. Tempat kejadian dan keadaan alam dalam cerita digambarkan melalui hiasan panggung (dekorasi), cahaya lampu, dan suara-suara.

Ciri – Ciri dan Unsur - Unsur Seni Teater

Teater merupakan perpaduan dari bermacam-macam unsur seni yang diwujudkan di atas pentas. Seni lain yang menjadi unsur seni teater adalah pentas. Unsur seni teater tersebut, antara lain sebagai berikut :

- Seni sastra, misalnya naskah,
- Seni rupa, misalnya dekorasi, dan tata rias,
- Seni Tari, misalnya gerak indah, dan
- Seni Musik, misalnya suara gamelang dan nyanian.

1.Babak dan Adegan Teater.

Cerita dalam teater merupakan rangkaian kejadian, misalnya legenda sangkuriang. Legenda tersebut merupakan rangkaian kejadian yang dapat dipisahkan. Tokoh cerita didalam cerita tersebut tidak tinggal diam disatu tempat, namun berpindah-pindah. Misalnya sangkuriang berada di dalam rumah, dan pada saat lainnya sangkuriang harus berada di hutan.

Cerita dan keadaan ketika sangkuriang berada didalam rumah tentunya berbeda dengan ketika sangkuriang berada di dalam hutan. Cerita didalam rumah dan cerita didalam hutan tersebut didalam dunia teater disebut dengan babak. Babak cerita ditandai dengan perubahan dekorasi panggung, apabila pentas memakai layar, setiap babak ditandai dengan menutup layar.

Pada stiap babak, tokoh cerita melakukan kegiatan – kegiaan kecil, misalnya bertanya, duduk , marah, berjalan, dan lainnya. Kegiaan – kegiatan kecil dalam setiap babak teater dinamakan adegan.

2.Berlatih Adegan.

Drama artinya laku atau perbuatan. Drama dapat pula diartikan sebagai karangan yang dipaparkan melalui perbuatan, tingkah laku, mimik, dan percakapan (dialog). Untuk membuat drama sebagai pertunjukan dibuat para pemeran. Oleh karena itu, seni drama sering pula kita kenal, atau disebut dengan seni peran. Cerita drama seperti halnya karanan cerita lainnya memiliki plot dan alur. Selain itu, drama biasanya tediri atas beberapa bagian, setiap bagian dalam drama dapat dibedakan menurut setting (dekor), parfa pemeran, waktu kejadian, dan lainnya sesuai dengan jaannya cerita. Bagian drama yang dibedakan menurut setting (dekor) dan waktu kejadian sering disebut juga dengan babak.

Drama biasanya dianggap lebih baik jika terdiri dari lima(5) babak. Meskipun demikian, tidak sedikit pula terdapat drama yang hanya terdiri dari satu babak. Pergantian setiap babak, biasanya ditandai dengan pergantian setting (dekor), kostum pemeran, waktu kejadian dalam cerita, dan lainnya. Ini karena, drama merupakan pertunjukan  langsung dan lebih ditekankan pada perbedaan setting (dekor).

Setiap babak dalam drama merupakan sebagian dari cerita keseluruhan. Di dalam setiap babak itu sendiri terbagi menjadi beberapa bagian yang disebut dengan adegan atau scene (atau dibaca SIN). Perubahan dari satu adegan ke adegan lainya tidak ditandai dengan perubahan setting (dekor), kostum, dan lainnya.

Demikian ulasan singkat diatas dan semoga bermanfaat.
Sumber : Pengetahuan Dasar Seni Teater_2009
Penulis : O. Lesmana.
Penerbit: Mitra Aksara Panaitan.

0 Response to "Ciri – Ciri dan Unsur - Unsur Seni Teater"

Post a Comment

Mohon Saran dan Masukan yang Relefan untuk Blog ini pada kolom komentar. Terimakasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel