4 Teknik Dasar dalam Seni Peran

Teknik Dasar Seni Peran 

Salam sahabat pedidikan dimanapun berada, sebelumnya kita telah membahas tentang unsur - unsur dalam seni peran yang selanjudnya akan kita coba lanjudkan dengan memahas mengenai teknik dasar dalam seni peran yang semoga dapat membantu anda dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang anda dalam menjawabnya. Untuk jelasnya mari kita sama - sama menyimak ulasan berikut ini.

Teknik adalah cara atau metode atau strategi seseorang dalam melakukan atau menyelesaikan sesuatu kegaitan dengan baik dan benar serta aman. Jadi, jika dikaitkan dengan seni peran maka dapat kita fahami bahwa teknik dalam seni peran yaitu sebagai suatu cara, metode atau pengoptimalan keterampilan potensi, pikir,perasaan, vocal dan tubunya dalam membawakan tokoh atau peran dengan secara totalitas dan juga penuh kesadaran, sehingga dapat diperoleh manfaat dalam meningaktkan akting atau seni peran dari suatu tokoh atau peran yang di ekspresikan.

Seni peran, seperti yang telah kita ketahui bersama tidak dapat lepas dari beberapa unsur didalamnya seperti; olah tubuh, olah suara, olah rasa dan juga ruang dengan beberapa unsur pendalam. Tujuan dari unsur tersebut yaitu agar kita dapat memiliki ketahanan tubuh, suara yang memadai serta kepekaan rasa dalam mencapai tujuan dan berpengalaman dalam seni peran atau akting.

1. Teknik Dasar Olah Tubuh.

Olah tubuh yaitu pengolahan atau praktik pelatihan tubuh agar tubuh memiliki stamina, memiliki kelenturan serta daya repleks tubuh. 

4 Teknik Dasar dalam Seni Peran
Teknik Dasar dalam Seni Peran

a. Stamina atau kekuatan tubuh.

Kekuatan tubuh adalah cara bagaimana melatih tubuh agar tubuh memiliki ketahanan fisik dan pernafasan yang sehat. 

b. Treching/peregangan.

Perengangan adalah pelatihan atau pengolahan bagian tubuh seperti otot - otot tubuh agar dapat memperoleh tubuh yang lentur dan dapat memiliki daya gerak repleks.

c. Keseimbagan tubuh.

Latihan keseimbangan tubuh bertujuan untuk memberi kita kemampuan otak yang dapat menguasai tubuhnya. Tumpuan latihan keseimbangan ini penekanannya ada pada kekuatan kaki.

2. Teknik Olah Vocal/Suara.

Olah suara merupakan praktik pengolahan atau latihan untuk elemen-elemen yang berhubungan dengan suara melalui teknik pernafasan dan pengucapan agar dapat memiliki artikulasi yang jelas, intonasi suara yang baik, dinamikan suara, dan kekuatan atau power suara.

a. Artikulasi.

Artikulasi dapat diartikan dengan kejelasan dalam pengucapan kata atau kalimat dengan tujuan agar apa yang dikatakan atau diucapkan menjadi jelas dengan apa yang diterima oleh pendengarnya.

b. Intonasi.

Intonasi suara adalah irama dari suara dengan penekanan dalam mengucapkan kalimat atau kata sehingga pengucapanya tidak meonoton atau terkesan datar.

c. Dinamika.

Dinamika adalah tempo pengucapan kalimat atau kata melalui suara dengan teknik cepat, lambat, atau sedang.

d. Power/kekuatan suara.

Kekuatan suara adalah lemah - lantang/kerasanya suara yang dihasilkan dari pengucapan suatu kata atau kalimat.

3. Teknik Olah Rasa.

Olah rasa adalah suatu proses latihan yang  menempatkan perasaan sebagai objek utama dari pengolahan atau latihan . Olah rasa juga memiliki fungsi lain seperti kejujuran rohani dan pembebasan rohani dari hal-hal yang mengikat dan membatasi yang diharapkan dapat membantu sikap perasaan untuk melahirkan ide-ide dan kreativitas seni peran.

a. Teknik konsentrasi.

Konsentrasi ialah gerbang atau faktor utama yang menentukan kelangsungan mengatur dan mngendalikan fenomena psikologis seorang aktor dalam mengusasi perannya. Dengan latihan ini maka seorang aktor akan dapat mengasingkan dirinya dari kehidupan nyata yang selanjudnya beralih pada cipta, rasa, dan karsanya pada satu pusat perhatian.

Pada dasarnya ajaran konsentrasi merupakan ilmu dasar dalam pengusaan atau pengendalian diri atau pemusatan pikiran serta rohani kita terhadap apa yang akan dan sedang kita lakukan dalam waktu yang diperlukan.

Unsur-unsur penting fenomena psikologi dalam sentuhan  konsentrasi antara lain; pembebasan dari pengandalian diri, kejujuran, dan kepasrahan hati, kepekaan rasa, kesiapan dan kekuatan mental, pemusatan pikiran dan perhatian.

b. Teknik pengindraan.

Kemampuan peralatan tubuh (indra) dalam merespon atau bereaksi terhadap berbagai hal terutama yang berhubungan dengan sifat-sifat, yaitu sebagai berikut.
  • mata, berfungsi untuk menangkap dan bereaksi terhadap objek penglihatan (visual).
  • hidung, berfungsi untk menangkap dan bereaksi terhadap objek aroma (penciuman).
  • telinga, berfungsi untuk menangkap dan bereaksi terhadap objek suara/bunyi (pendengaran).
  • lidah, berfungsi untuk menangkap dan bereaksi terhadap rasa (teste) manis, asin, pahit, masam (pengecapan), dan
  • tubuh, berfungsi untuk menangkap dan bereaksi terhadap sentuhan/rabaan.

Semua panca indra yang berkaitan dengan olah rasa ditujukan untuk membangun kepekaan rasa yang nantinya hadir sebagai rangsangan emosi dalam teknik seni peran.

c. Teknik kepekaan rasa.

Kepekaan rasa merupakan tujuan utama dari latihan olah rasa yang diawali dengan konsentrasi, meditasi dan pengindraan, yang diharapkan dapat menghadirkan keterampilan mengatur/mengendalikan permainan emosi kapan saja jika diperlukan.

4 Teknik Dasar dalam Seni Peran
Teknik Dasar dalam Seni Peran
Rasa atau sukma adalah kekuatan dari " Dalam " dari pada aktor yang kemudian ditampilkan kepada penonton melalui media - media : mimik (air muka), gesture (gerak - gerik tubuh ), emosi suara ( dialog), laku dramatik dan karakter atau perwatakan.

Media-media tersebut secara langsung atau tidak langsung mutlak dapat dihadirkan karena ada dorongan perasaan yang melatarbelakanginya. Dorongan perasaan tersebut diantaranya melalui pelatihan kepekaan emosi: rasa sedih, takut, marah, gembira, dan rasa benci.

d. Teknik Imajinasi.

Imajinasi adalah kemampuan dalam menciptakan daya khayal sebagai hasil kepekaan ingatan emosi dari kehidupan sehari-hari, perumpamaan (metaforik) terhadap binatang, tumbuhan, unsur alam atau hasil sebuah perenungan mendalam yang mampu menciptakan khayalan positif.

4. Teknik Ruang.

Pengertian ruang dalam teater adalah tempat bermain peran atua akting dengan lingkup peralatan dan sett dekorasi yagn dihadirkan di atas pentas. Ruang ini oleh pemain haruslah diisi dan dihidupkan manjadi satu kesatuan yang utuh, sehingga mendukung peran yang diperankan. 

Teknik dalam mengisi serta menghidupkan ruang bagi pemain yaitu kemampuan merespon kepekaan; bloking, moving, busines, dan leveling terhadap ruang dan lawan bermain.

a. Bloking.

Bloking berhubungan dengan latihan untuk mendukung elemen artistik, dimana para pemain harus mempunyai kepekaan ruang (penguasaan panggung) yang artinya pada calon aktor harus berlaith memposisikan diri pada wilayah pentas, apabila pentas di isi olah lebih dari 1 orang pemain.

4 Teknik Dasar dalam Seni Peran
Teknik Dasar dalam Seni Peran
Untuk proses pembagian wilayah pentas, pada dasarnya dibagi menjadi 3 wilayah, 9 wilayah, dan 16 wilayah, dengan perhitungan semakin kebelakang panggung atau pentas harus dilakukan dengan peninggian panggung atau dilakukan leveling.

b. Movement.

Movement (bergerak/pergerakan/perpindahan) tempat. Pergerakan atau perpindahan tempat bagi seorang pemain dapat dilakukan ke depan, ke samping, ke belakang, mendekat atau menjauh asalkan perpindahan yang dilakukan pemain tidak menutup aau menghalangi pergerakan pemain yang lainnya.

c. Businees.

Businees atau bisnis adalah usaha pemain dalam mumbunuh dari rasa membosankan, kejenuhan, kebingungan atau kekakuan dalam berbuat sesuatu dalam mengisi kekosongan waktu yang terjadi ketika berada di atas pentas. Dengan kata lain bahwa businees adalah suatu tindakan atau upaya menanggapi peran yang dibawakan dengan bantuan handprop ( impropisasi tangan ) atau peralatan tangan (benda yang digunakan).

Businees dalam seni peran sangat bergantung pada peran yang dibawakan oleh para pemeran dengan daya dukung handprop apa yang memingkinkan, seperti memainkan topi, memainkan tongkat, memainkan dasi, dan lainnya sesuai dengan properti yang digunakan pada fisik atau properti lain yang tidak digunakan pada fisik pemain seperti benda-benda atau properti pentas yang berada di atas pentas.

d. Leveling.

Istilah leveling dari asal kata tingkatan (level). Oleh karena itu, dalam konteks seni peran leveling merupakan pengaturan tinggi rendah pemain dalam ruang pentas. Pengaturan tinggi rendah pemain, baik personal maupun gruping selalu dilakukan bahwa pemain yang berada di belakang pemain lainnya hendaknya memiliki kesadaran harus lebih tinggi dan pemian yang berada di depan pemain lainnya harus membarikan level rendah agar keduanya tampak menggantungkan untuk terlihat oleh penonton.

Dari semua penjelasan tentang teknik dasar seni peran tersebut di atas, diharapakan kalian dapat mengerti atau semakin memahami arti dari seni peran itu sendiri dan demikianlah penjelasan singkat tersebut diatas, semoga bermanfaat.
Sumber: Kemendikbud_RI-2017.

0 Response to "4 Teknik Dasar dalam Seni Peran"

Post a Comment

Mohon Saran dan Masukan yang Relefan untuk Blog ini pada kolom komentar. Terimakasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel