ilmucerdasku.com | Milenial ? Disini Aja

Nada musik daerah nusantara dinominasi tangga nada apa? jelaskan

Nada musik daerah nusantara dinominasi tangga nada.

Sahabat ilmucerdasku dimanapun berada, berkaitan dengan pertanyaan tentang nada musik daerah nusantara dinominasi tangga nada apa tersebut diatas maka kami akan coba menjelaskan secara ringkas jawabannya dan penjelasan singkatnya.

Tapi sebelumnya biasakanlah untuk membaca hingga tuntas agar tidak salah faham dan gagal faham dalam memaknai penjelasan dari materi nada musik daerah nusantara diatas dan untuk lebih jelasnya mari kita sama - sama menyimak uraian dibawah ini.

Tangga nada musik daerah nusantara dinominasi tangga nada apa?

Pertanyaan tentang tangga nada musik daerah nusantara dinominasi tangga nada apa jawabannya adalah dinominasi oleh tangga nada PENTATONIS. Mengapa demikian? berikut penjelasannya.

Mengapa tangga nada pentatonis menjadi tangga nada yang menominasi musik daerah nusantara? itu karena kebanyakan alat musik tradsional yang digunakan dalam proses mengiringi lagu daerah menggunakan nada pentatonis.

Adapun contoh dari tangga nada yaitu do - re - mi - fa - sol - la - si - do. 

Musik Scale atau tangga nada merupakan urutan nada atau tingkatan intervalnya yang biasa disebut dengan oktaf.

Dalam seni musik, tangga nada bisa diurutkan dari nada naik dan nada turun terlebih dahulu untuk menciptakan suatu instrumen nada yang menarik untuk didengarkan juga patut diketahui bersama bahwa tangga nada dalam suatu musik merupakan hal yang sangat penting.

Perlu diketahui bersama pula bahwa tangga nada itu sendiri merupakan urutan nada yang tersusun secara berurutan yang dibagi menjadi 2 jenis tangga nada.

Nada musik daerah nusantara dinominasi tangga nada apa

1. Tangga nada diatonis.

Tangga nada diatonis yaitu tangga nada yang memiliki dua jarak nada, yaitu satu dan setengah serta memiliki tujuan nada pokok.

Contoh alat musik yang menggunakan tangga nada diatonis diantaranya alat musik piano dan organ dan jika kalian pintar memainkan alat musik ini maka kalian akan memahami mengapa alat tersebut menggunakan tangga nada diatonis.

2. Tangga nada pentatonis.

Tangga nada pentatonis yaitu, tangga nada yang hanya memiliki 5 nada pokok. Dalam ragam tangga nada pentatonis, jarak dan nada dibedakan serta adanya pilihan nada yang didengar.

Selain itu, tangga nada pentatonis yang menominasi nada musik daerah nusantara ini juga dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu pelog dan slendro.

Urutan kedua yaitu, untuk nada pelog terdiri dari ( do - mi - fa- sol - si ) dan untuk nada slendro terdiri dari ( do - re - mi - sol - la ). 

Contoh dari alat musik tradisional yang menggunakan tangga nada pentatonis ini diantaranya adalah alat musik gamelang jawa, gamelang sunda, gamelang bali, gamelang madura dan gamelang batak.

Adapun contoh lagu yang kerap kali menggunakan tangga nada pelog seperti lagu gundhul pacul, dan lagu yang menggunakan tangga nada selendro seperti lagu cublak - cublak suweng dari jawa tengah.

Dikutip dari Encyclopedia Britannica, menyatakan bahwa tangga nada pentatonis merupakan tangga nada yang terdiri dari 5 nada yang berbeda.

Selain itu tangga nada ini juga merupakan tangga nada yang mewakili tahapan awal perkembangan musik sebab hampir bisa ditemukan pada sebagian alat musik dunia.

Hal lain yang berkaitan dengan tangga nada pentatonis ini yaitu bahwa nada pentatonis telah lahir dan di anggap ada sejak zaman yunani kuno yang digunakan untuk mengatur nada khitara yunani dan kecapi. 

Tidak cuma itu, beberapa dari nyanyian Gregorian pada masa  dulu juga menggunakan tangga nada pentatonis dalam alat musik yang digunakannya.

Nah... sampai disini kami rasa kita semua sudah bisa sama - sama memahami dan mengerti tentang alasan mengapa nada musik daerah nusantara dinominasi tangga nada pentatonis.

Terakhir, kami mengucapkan banyak terimakasih atas kunjungannya dan semoga artikel diatas bisa memberikan manfaat untuk kita sekalian dan terimakasih.

Nada musik daerah nusantara dinominasi tangga nada apa? jelaskan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Akbar Pagala

0 comments: