Pengertian dan Sifat Nada, Notasi, Tanda Kunci, Tanda Kromatis, dan Interval

Nada, Notasi, Tanda Kunci, Tanda Kromatis, dan Interval. 

Salam sahabat seniman dan pekerja seni serta penikmat seni dimanapun berada, berikut ini kita akan membahas tentang pengertian dan sifat nada serta yang berkaitan lainnya sesuai dengan tema atua judul kita diatas yang semoga dapat meberi manfaat dan tambahan ilmu pengetahuan kita tentang seni. Singkat cerita mari kita simak ulasan berikut.

Pengertian dan Sifat Nada, Notasi, Tanda Kunci, Tanda Kromatis, dan Interval
Pengertian dan Sifat Nada, Notasi, Tanda Kunci, Tanda Kromatis, dan Interval
Bunyi sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia sebagai mahluk hidup sebab bunyi selalu memberikan sesuatu yang berbeda dan dengan bunyi pula, kita dapat mengidentifikasi sesuatu melalui bunyinya seperti hewan, tumbuhan, angin, kendaraan roda dua, roda empat dan lainnya yang bisa menghasilkan bunyi-bunyian.

Coba kita bayangkan jika dunia ini diciptakan tanpa adanya suara atau bunyi. Tentunya dunia ini akan menjadi sunyi dan sepi dan terkesan hambar. Benar nga" ? maka dari itu, berdasarkan dari penjelasan diatas maka manfaat dari bunyi itu sendiri dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :

1. Bunyi tidak teratur disebut desah atau derak, contohnya seperti suara angin, air terjun, pintu yang dibuka atau benda jatuh.

2. Bunyi tidak disebut dengan nada, contohnya suara orang yang sedang bernyanyi dan juga bunyi alat musik.

Dari penjelasan diatas, perlu dibedakan antara nada, suara, dan bunyi. Nada dan suara disebut dengan bunyi, tetapi tidak semua jenis bunyi atau suara disebut dengan nada.

A. Nada.

Beberapa contoh sifat dari nada adalah :

a. Tinggi rendah nada atau pitch berkaitan dengan frekuensi atau banyaknya getaran perdetik. Makin besar angka frekuensinya maka akan semkin tinggi pula nadanya.

b. Panjang nada atau durasi adalah lamanya nada berbunyi yang dihitung dengan satuan ketukan yang relatif sifatnya. Satuan ketukan ini, seperti langkah kaki berjalan.

c. Kekuatan nada, seperti halnya bunyi nada dapat kita dengar lembut, namun juga dapat menjadi keras hingga memengkakkan telinga. Lembut dan kerasnya bunyi bersifat relatif. Maksudnya bunyi yang kerut menurut seseorang belum tentu juga keras bagi orang lain. Nada yang keras yang dimainkan didalam ruangan belum tentu sama ketika dimainkan diluar ruangan seperti di lapangan atau stadion.

d. Warna nada merupakan istilah yang dipergunakan untuk menunjukkan perbedaan nada yang disebabkan oleh perbedaan resonator. Misalnya, Nada biola yang berbeda dengan saxophone walaupun tinggi, panjang dan kuat nadanya sama.

Dari uraian tersebut diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa nada merupakan bunyi yang mempunyai getaran teratur dalam tiap detik dengan sifat tinggi, panjang, keras, lembut dan warna yang berbeda.

B. Notasi 

Nada tidak dapat dilihat dan tidak dapat diperlihatkan, terapi dapat didengar atau diperdengarkan. Untuk menuliskan nada tersebut, digunakan Not (simbol) sebagai satuan penulisan nada. Pada dasarnya, not hanya dapat melukiskan dua sifat nada, yaitu tinggi rendah serta panjang pendeknya suatu nada. Warna nada juga dapat dilukiskan dengan menggunakan not. Sistem pengaturan not atau lagu disebut dengan notasi yang dengan notasi tersebut maka kita dapat mengenal, membaca, menulis, dan menyanyikan lagu.

Jenis notasi terdiri dari dua jenis atau dua macam yaitu notasi angka dan notasi balok.

1. Notasi Angka.

Notasi angka adalah sistem penulisan lagu yang menggunakan simbol angka-angka seperti di bawah ini :

1 = Do, 2 = Re, 3 = Mi, 4 = Fa, 5 = Sol, 6 = La, 7 = Si,  dan 0 sebagai tanda diam atau istirahat.

Not angka ditemukan oleh Guido D' Arezzo ( 990 - 1050 ). Guido D' Arezzo adalah seorang ahli teori musik bangsa Prancis yang lama berdiam di Arrezo, Itali. Guido D' Arezzo adalah pencipta metode pembaca notasi musik dengan menggunakan suara manusia.

Dalam perkembangan selanjudnya, Emilie Cheve ( 1804 - 1864 ) tokoh pendidian bangsa Prancis menerbitkan tulisan-tulisan tentang metode pengajaran musik untuk pendidikan musik. Not Cheve berkembang dengan pesat dimana di Indonesia not tersebut disebut dengan istilah Solmisasi. 

Dalam perkembangan selanjudnya, Not angka kurang efektif sebab tidak memiliki patokan untuk tinggi rendahnya nada 1 atau (Do) yang tetap. Namun meski demikian not angka lebih efektif digunakan dalam pembelajaran vocal atau bernyanyi.

2. Notasi Balok.

Notasi balok adalah simbol atau nada untuk menyatakan tinggi rendahnya suara yang diwujudkan dengan gambar. Notasi balok disebut juga dengan not mutlak sebab memiliki petokan tinggi nada yang tetap seperti nada ( a = 440 Hz ) sehingga sangat efektif untuk digunakan dalam bermain musik.

C. Tanda Kunci.

Kunci adalah tanda yang digunakan pada garis paranada untuk menunjukkan letak titinada. Tanda kunci ini terbagi menjadi 3 jenis yaitu kunci G. C, dan F.

a. Kunci G ( Kunci Biola ).

Kunci G adalah tanda yang menunjukkan nada G pada garis kedua dari paranada. Kunci G biasanya digunakan untuk menuliskan nada-nada tinggi. Kunci G disebut juga kunci diskan atau kunci biola.

b. Kunci C ( kunci alto ).

Dalam praktik musik, Kunci C jarang digunakan dan hanya digunakan pada alat musik tertentu yang bersuara sedang, misalnya biola alto. 

c. Kunci F.

Kunci F adalah tanda yang menunjukkan nada F pada garis keempat dari paranada. Kunci F biasanya digunakan untuk menuliskan nada-nada rendah. Oleh karena itu, kunci F disebut juga dengan kunci bass.

D. Tanda Kromatis.

Tanda kromatis adalah tanda dengan fungsi untuk menaikan atau menurunkan nada setengah laras. Penulisan tanda kromatis diletakkan didepan titinada dan berlaku juga untuk titinada senama yang panjangnya sampai batas garis birama.

Tanda kromatis memiliki fungsi dan perannya masing-masing. beriktu contoh dan fungsinya :
  • Tanda Kres, berfungsi untuk menaikkan not seharga 1/2 nada.
  • Tanda Mol, berfungsi untuk menurunkan not seharga 1/2 nada.
  • Tanda Pugar, berfungsi untuk mengembalikan not kebentuk semula.
  • Tanda Doble-Kres berfungsi untuk menaikkan tinggi not seharga 1 nada, dan 
  • Tanda Doble-Mol, berfungsi untuk menurunkan tingkat not seharga 1 nada.

E. Interval.

Interval adalah jarak antra satu nada dengan nada yang lainnya dan disebut juga dengan istilah swarantara. Hal ini disebabkan jarak nada itu dihitung menurut susunan oktaf, baik naik maupun turunnya nada, memiliki suara berlainan.

Untuk menghitung besar interval, maka setiap baris dan spasi dihitung mulai dari not rendah ke not yang paling tinggi.

Demikian penjelasan singkat tentang Pengertian dan Sifat Nada, Notasi, Tanda Kunci, Tanda Kromatis, dan Interval tersebut diatas, semoga bermanfaat dan terimakasih.
Sumber : Terampil bermain musik.
Penulis : Subagyo, S.Pd.

0 Response to "Pengertian dan Sifat Nada, Notasi, Tanda Kunci, Tanda Kromatis, dan Interval"

Post a Comment

Mohon Saran dan Masukan yang Relefan untuk Blog ini pada kolom komentar. Terimakasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel